Coding4ever’s Blog

Just coding… coding… and coding… because coding should be fun :)

Membangun Server CI (Continuous Integration) Di Windows Untuk Platform .NET Menggunakan Jenkins Bagian #3

| Comments

Melanjutkan pembahasan tentang Server CI (Continuous Integration). Kita sudah berhasil membuat project/job untuk melakukan proses build dan deploy secara otomatis dan terpusat di satu server. Hanya saja, ada sedikit yang kurang yaitu project/job ini harus kita jalankan/eksekusi secara manual setelah proses push source code ke server repository kita lakukan, dan tentunya akan sangat merepotkan jika harus bolak-balik mengeksekusi project/job setiap selesai melakukan proses push.

Membangun Server CI (Continuous Integration) Di Windows Untuk Platform .NET Menggunakan Jenkins Bagian #2

| Comments

Pada postingan sebelumnya kita sudah membuat project/job sederhana menggunakan Jenkins untuk melakukan proses build, dan untuk postingan kali ini kita akan menambahkan proses deploy. Kalo masih bingung dengan istilah deploy di sini, anggap saja seperti kita membuat paket installer yang akan didistribusikan ke komputer klien. Nah dengan menggunakan CI semua proses ini bisa dilakukan secara otomatis dan terpusat, sehingga kita mempunyai histori hasil build dan deploy dari waktu ke waktu. Jadi untuk mencari file setup/paket installer terakhir enggak usah lagi nanya ke developer karena bisa langsung kita download dari server CI-nya.

Membangun Server CI (Continuous Integration) Di Windows Untuk Platform .NET Menggunakan Jenkins Bagian #1

| Comments

Melanjutkan pembahasan tentang Server CI (Continuous Integration), di mana persiapan awal sudah saya bahas di postingan saya yang berjudul “Persiapan Membangun Server CI (Continuous Integration) di Windows untuk Platform .NET” bagian satu dan dua.

Continuous Integration, untuk selanjutnya kita sebut CI saja, merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan produktivitas dalam pengembangan aplikasi di mana seluruh hasil kerja (source code) dari masing-masing developer digabungkan (push) ke dalam satu wadah (server repository source code). Bisa sekali sehari, bisa juga beberapa kali dalam sehari. Setiap penggabungan source code akan diverifikasi secara otomatis oleh server CI, yang memungkinkan tim untuk mendeteksi secara dini jika ada masalah/konflik/error pada saat penggabungan source code.

Persiapan Membangun Server CI (Continuous Integration) Di Windows Untuk Platform .NET Bagian #2

| Comments

Persiapan awal untuk membangun Server CI (Continuous Integration) sudah kita selesaikan yaitu membuat sendiri server repository Git untuk keperluan internal kantor yang berfungsi sebagai wadah untuk menampung source code dari masing-masing developer.

Masih tersisa beberapa tool yang harus kita pelajari penggunaannya agar proses membangun server CInya berjalan mulus yaitu :

Persiapan Membangun Server CI (Continuous Integration) Di Windows Untuk Platform .NET Bagian #1

| Comments

Continuous Integration, biar gampang nyebutnya kita sebut CI aja ya, yang merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan produktivitas dalam pengembangan aplikasi di mana seluruh hasil kerja (source code) dari masing-masing developer digabungkan (push) ke dalam satu wadah (server repository source code). Bisa sekali sehari, bisa juga beberapa kali dalam sehari. Setiap penggabungan source code akan diverifikasi secara otomatis oleh server CI, yang memungkinkan tim untuk mendeteksi secara dini jika ada masalah/konflik/error pada saat penggabungan source code.

Unit Testing Menggunakan NUnit

| Comments

Testing merupakan salah satu fase penting yang harus dilakukan ketika membuat sebuah aplikasi. Testing biasanya dilakukan secara berbarengan pada saat menulis kode. Ada banyak gaya dalam melakukan testing dan yang paling favorit biasanya adalah gaya konvensional. Dengan menggunakan gaya ini programmer desktop akan menggunakan console/winform untuk melihat hasil tes dari sebuah unit (fungsi/method) sedangankan programmer web langsung menggunakan halaman web.

Repository Pattern Bagian #2

| Comments

Melanjutkan pembahasan Repository Pattern, kali ini kita akan membahas salah satu manfaat menggunakan Repository Pattern. Selain digunakan untuk menerapkan konsep separation of concern atau pemisahan kode program berdasarkan fungsinya. Pola/pattern ini juga akan mempermudah kita untuk mengganti implementasi class secara cepat karena dari sisi client/layer presentation sudah tidak tergantung dengan layer data access, sehingga jika terjadi perubahan pada metode akses data di repsository, layer presentation sama sekali tidak perlu diubah ataupun jika terjadi perubahan hanya sedikit kode yang perlu kita ubah. Desain struktur seperti ini disebut lousley coupled.